Kamis, 19 Mei 2016

LANDASAN TEORI


LANDASAN TEORI
A.    PENGERTIAN
Landasan teori merupakan teori yang relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti dan sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis), dan penyusunan instrument penelitian. Teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang atau pendapat lain, tetapi teori yang benar-benar telah teruji kebenarannya.
Dalam landasan teori ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : (1) nama pencetus teori, (2) tahun dan tempat pertama kali, (3) uraian ilmiah teori, (4) relevansi teori tersebut dengan upaya peneliti untuk mencapai tujuan atau target penelitian (Hadi Sabari Yunus, 2010 : 226)

B.     TINGKATAN TEORI
Terdapat tiga tingkatan teori menurut Neuman, 2003 (dalam Sugiyono, 2011 : 56) yaitu micro, meso dan macro.
1.      Teori tingkata mikro adalah sedikit ruang waktu, tempat atau urutan orang-orang. Konsep tersebut pada umumnya bukan abstrak.
2.      Teori tingkatan meso adalah mengukur suatu teori yang mencoba untuk menghubungkan tingkatan mikro dan makro pada suatu tingkatan dasar.
3.      Teori tingkatan makro adalah perhatian operasi lebih besar dari jumlah keseluruhan seperti sistem kultur dan gerakan social.

C.     KEGUNAAN TEORI DALAM PENELITIAN
Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian, kegunaan teori dibagi menjadi tiga, yaitu :
1.      Untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruk variable yang akan diteliti.
2.      Sebagai prediksi dan pemandu untuk menemukan fakta adalah untuk merumuskan hipotesis dan menysusun instrument penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu bersifat prdiktif.
3.      Sebagai control, digunakan mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah. (Sugiyono, 2011 : 58)

D.    PENYUSUNAN LANDASAN TEORI
Ada  beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam melakukan pendiskripsian teori, antara lain:
1.      Tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah variabelnya.
2.      Mencari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah, laporan penelitian, sekripsi, tesis, disertasi) yang sebanyak-banyaknya dan relevan.
3.      Lihatlah daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti.
4.      Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan diadakan.
5.      Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan, dan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
6.      Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke dalam bentuktulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang dikutip atau yangdigunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus dicantumkan

Dalam mengemukakan landasan teori, yang perlu diperhatikanadalah hal-hal sebagai berikut:
1.      Pertama, Menentukan tema sejarah atau budaya apa, sejarah politik, sejarahekonomi, sejarah sosial, sejarah intelektual, budaya lokal, kesenian, upacarakeagamaan dan lain-lain.
2.      Kedua, menentukanilmu bantu yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian, seperti sosiologi, antropologi, ilmu politik, ekonomi, dan sebagainya, sesuai dengan tema dan topik penelitian. Ilmu-ilmu bantu kemudian menjadi pendekatan penelitian. Pendekatan (approach), selain bagian dari etodologi, juga merupakan bagian dari metode, oleh karena itu dalam hal ini harus melihat caara apa yang terdekat untuk menjelaskan topik yang dipilih.
3.      Ketiga, menjelaskan konsep-konsep yang diperlukan untuk menjelaskan permasalahan peneliti. Konsep yang dipakai harus dipahami. Biasakan diri untuk membuka berbagai macam kamus, terutama yang sesuai untuk kebutuhan anda untuk memahami konsep atau istilah tertentu, jangan membuat pengertan dengan pengertian kira-kira. Jika tiga hal ini sudah ditemukan, tinggal menjelaskan sistematika berpikir dengan meminjam beberapa paradigma atau konsep ilmu lain yang cocok untuk menjelaskan.


Selasa, 12 April 2016

ANAVA DUA JALAN DENGAN INTERAKSI TARAF 2


ANAVA DUA JALAN DENGAN INTERAKSI TARAF DUA
PEMINAT SISWA SMK DITINJAU DARI JURUSAN, JENIS KELAMIN, DAN KATEGORI SEKOLAH
Disusun untuk memenuhi tugas Statistika Perusahaan
Pengampu: Drs. Budi Sutrisno, M.Pd

 







Disusun oleh :
Fatmah Asprianita
A210140186




Pendidikan Ekonomi Akuntansi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta
2016


Variabel           : X1 = jurusan
                          X2 = jenis sekolah
                          X3 = kategori sekolah
                          Y  = peminat siswa SMK
Hipotesis         :
1.      Tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jurusan.
2.      Tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jenis kelamin.
3.      Tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi kategori sekolah.
4.      Tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jurusan dan jenis kelamin.
5.      Tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jurusan dan kategori sekolah.
6.      Tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jenis kelamin dan kategori sekolah.
7.      Tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jurusan, jenis kelamin, dan kategori sekolah.
Data                :
Tabel 1
Peminat siswa SMK menurut jurusan, jenis kelamin, dan kategori sekolah
Jurusan
STM
SMEA
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Perempuan
Teknik Komputer dan Jaringan
32
25
29
23
78
35
23
26
29
95
30
27
31
30
88
Broadcasting
31
24
25
35
84
28
27
37
25
82
23
24
31
23
79
Multimedia
25
30
27
28
79
24
29
24
25
83
33
26
23
35
84

Hasil                :

GET
  FILE='D:\Document\TUGAS KULIAH\STATISTIK PERUSH\anava 2 taraf 2.sav'.
DATASET NAME DataSet1 WINDOW=FRONT.
UNIANOVA MINATSISWA BY KATEGORISEKOLAH JENISKELAMIN JURUSAN
  /METHOD=SSTYPE(3)
  /INTERCEPT=INCLUDE
  /CRITERIA=ALPHA(0.05)
  /DESIGN=KATEGORISEKOLAH JENISKELAMIN JURUSAN KATEGORISEKOLAH*JENISKELAMIN KATEGORISEKOLAH*JURUSAN JENISKELAMIN*JURUSAN KATEGORISEK
   OLAH*JENISKELAMIN*JURUSAN.

Univariate Analysis of Variance

Notes
Output Created
13-Apr-2016 12:14:25
Comments

Input
Data
D:\Document\TUGAS KULIAH\STATISTIK PERUSH\anava 2 taraf 2.sav
Active Dataset
DataSet1
Filter
<none>
Weight
<none>
Split File
<none>
N of Rows in Working Data File
37
Missing Value Handling
Definition of Missing
User-defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics are based on all cases with valid data for all variables in the model.
Syntax
UNIANOVA MINATSISWA BY KATEGORISEKOLAH JENISKELAMIN JURUSAN
  /METHOD=SSTYPE(3)
  /INTERCEPT=INCLUDE
  /CRITERIA=ALPHA(0.05)
  /DESIGN=KATEGORISEKOLAH JENISKELAMIN JURUSAN KATEGORISEKOLAH*JENISKELAMIN KATEGORISEKOLAH*JURUSAN JENISKELAMIN*JURUSAN KATEGORISEKOLAH*JENISKELAMIN*JURUSAN.

Resources
Processor Time
00:00:00.047
Elapsed Time
00:00:00.065


[DataSet1] D:\Document\TUGAS KULIAH\STATISTIK PERUSH\anava 2 taraf 2.sav

Between-Subjects Factors


N
KATEGORISEKOLAH
0
18
2
18
JENISKELAMIN
1
18
2
18
JURUSAN
1
12
2
12
3
12


Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:MINATSISWA




Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Corrected Model
181.000a
11
16.455
1.056
.433
Intercept
27889.000
1
27889.000
1.790E3
.000
KATEGORISEKOLAH
2.778
1
2.778
.178
.677
JENISKELAMIN
18.778
1
18.778
1.205
.283
JURUSAN
5.167
2
2.583
.166
.848
KATEGORISEKOLAH * JENISKELAMIN
18.778
1
18.778
1.205
.283
KATEGORISEKOLAH * JURUSAN
30.722
2
15.361
.986
.388
JENISKELAMIN * JURUSAN
85.722
2
42.861
2.750
.084
KATEGORISEKOLAH * JENISKELAMIN * JURUSAN
19.056
2
9.528
.611
.551
Error
374.000
24
15.583


Total
28444.000
36



Corrected Total
555.000
35



a. R Squared = ,326 (Adjusted R Squared = ,017)




Kesimpulan     :
1.      Karena F hitung 0,677 > 0,05 F tabel maka H0 ditolak. Artinya secara signifikan benar-benar tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi kategori sekolah.
2.      Karena F hitung 0,283 > 0,05 F tabel maka H0 ditolak. Artinya secara signifikan benar-benar tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jenis kelamin.
3.      Karena F hitung 0,848 > 0,05 F tabel maka H0 ditolak. Artinya secara signifikan benar-benar tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jurusan.
4.      Karena F hitung 0,283 > 0,05 F tabel maka H0 ditolak. Artinya secara signifikan benar-benar tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi kategori sekolah dan jenis kelamin
5.      Karena F hitung 0,388 > 0,05 F tabel maka H0 ditolak. Artinya secara signifikan benar-benar tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi kategori sekolah dan jurusan.
6.      Karena F hitung 0,084 > 0,05 F tabel maka H0 ditolak. Artinya secara signifikan benar-benar tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi jenis kelamin dan jurusan.
7.      Karena F hitung 0,551 > 0,05 F tabel maka H0 ditolak. Artinya secara signifikan benar-benar tidak ada perbedaan peminat siswa SMK berdasarkan variasi kategori sekolah, jenis kelamin, dan jurusan.