LANDASAN TEORI
A.
PENGERTIAN
Landasan teori
merupakan teori yang relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel
yang akan diteliti dan sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap
rumusan masalah yang diajukan (hipotesis), dan penyusunan instrument
penelitian. Teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang atau
pendapat lain, tetapi teori yang benar-benar telah teruji kebenarannya.
Dalam landasan teori
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : (1) nama pencetus teori, (2)
tahun dan tempat pertama kali, (3) uraian ilmiah teori, (4) relevansi teori
tersebut dengan upaya peneliti untuk mencapai tujuan atau target penelitian
(Hadi Sabari Yunus, 2010 : 226)
B. TINGKATAN TEORI
Terdapat tiga tingkatan teori menurut Neuman, 2003
(dalam Sugiyono, 2011 : 56) yaitu micro, meso dan macro.
1.
Teori tingkata mikro adalah
sedikit ruang waktu, tempat atau urutan orang-orang. Konsep tersebut pada
umumnya bukan abstrak.
2.
Teori tingkatan meso adalah
mengukur suatu teori yang mencoba untuk menghubungkan tingkatan mikro dan makro
pada suatu tingkatan dasar.
3.
Teori tingkatan makro
adalah perhatian operasi lebih besar dari jumlah keseluruhan seperti sistem
kultur dan gerakan social.
C. KEGUNAAN TEORI DALAM
PENELITIAN
Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian, kegunaan
teori dibagi menjadi tiga, yaitu :
1.
Untuk memperjelas dan
mempertajam ruang lingkup atau konstruk variable yang akan diteliti.
2.
Sebagai prediksi dan
pemandu untuk menemukan fakta adalah untuk merumuskan hipotesis dan menysusun instrument
penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu bersifat prdiktif.
3.
Sebagai control, digunakan
mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga digunakan untuk memberikan
saran dalam upaya pemecahan masalah. (Sugiyono, 2011 : 58)
D.
PENYUSUNAN LANDASAN TEORI
Ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam melakukan pendiskripsian teori, antara lain:
1.
Tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah
variabelnya.
2.
Mencari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedia,
jurnal ilmiah, laporan penelitian, sekripsi, tesis, disertasi) yang
sebanyak-banyaknya dan relevan.
3.
Lihatlah daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang
relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti.
4.
Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada
setiap sumber
bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, dan pilih definisi yang
sesuai dengan penelitian yang akan diadakan.
5.
Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan
variabel yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan, dan buatlah rumusan
dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
6.
Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari
berbagai sumber ke dalam bentuktulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber
bacaan yang dikutip atau yangdigunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan
teori harus dicantumkan
Dalam mengemukakan landasan teori, yang perlu
diperhatikanadalah hal-hal sebagai berikut:
1.
Pertama, Menentukan tema sejarah atau budaya apa,
sejarah politik, sejarahekonomi, sejarah sosial, sejarah intelektual, budaya lokal,
kesenian, upacarakeagamaan dan lain-lain.
2.
Kedua, menentukanilmu
bantu yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian, seperti sosiologi,
antropologi, ilmu politik, ekonomi, dan sebagainya, sesuai dengan tema dan
topik penelitian. Ilmu-ilmu bantu kemudian menjadi pendekatan penelitian.
Pendekatan (approach), selain bagian dari etodologi, juga merupakan
bagian dari metode, oleh karena itu dalam hal ini harus melihat caara apa yang
terdekat untuk menjelaskan topik yang dipilih.
3. Ketiga,
menjelaskan konsep-konsep yang diperlukan untuk
menjelaskan permasalahan peneliti. Konsep yang dipakai harus dipahami. Biasakan
diri untuk membuka berbagai macam kamus, terutama yang sesuai untuk kebutuhan
anda untuk memahami konsep atau istilah tertentu, jangan membuat pengertan
dengan pengertian kira-kira. Jika tiga hal ini sudah ditemukan, tinggal
menjelaskan sistematika berpikir dengan meminjam beberapa paradigma atau konsep
ilmu lain yang cocok untuk menjelaskan.
